Apa arti “only if”?
"Only if" berarti sesuatu terjadi atau benar hanya dalam satu kondisi. Dalam percakapan, orang juga memakai "Only if..." untuk berarti "iya, tapi ada syaratnya."
Saat orang mengatakannya
- Untuk setuju, tapi menambahkan syarat: "Only if you text me first."
- Untuk menunjukkan satu syarat yang harus dipenuhi: "I'll help, but only if you ask nicely."
- Untuk membuat permintaan bercanda: "Only if you stop stealing my fries."
- Sebagai jawaban singkat yang berarti "iya, tapi...": "Only if you upgrade."
Nada: Biasanya santai dan alami. Ungkapan ini bisa terdengar bercanda, tapi kalau kamu mengatakannya terlalu tegas, bisa terdengar mengatur.
Di 8 adegan Lin
Kalimat nyata dari adegan. Buka salah satu untuk menonton dan mengucapkannya sendiri.
Tirukan
Baris demi baris
Cara lain untuk mengucapkannya
Sangat umum dalam percakapan. Artinya syaratnya bisa diterima, dan terdengar sedikit lebih lembut daripada "only if."
Maknanya mirip, tapi lebih formal. Ini umum dipakai dalam tulisan, aturan, dan pembicaraan yang hati-hati.
Bagus saat kamu ingin setuju dulu lalu menyebut syaratnya.
Jawaban cepat
Apakah "only if" sama dengan "if"?
Tidak sepenuhnya. "If" memberi syarat yang mungkin, sedangkan "only if" membuat syarat itu jadi wajib atau lebih dibatasi. Ini lebih kuat.
Bisa tidak "only if" dipakai sebagai jawaban singkat?
Bisa. Dalam percakapan, orang sering bilang "Only if..." untuk berarti "iya, tapi dengan syarat ini." Ini sangat alami.